Senin, 05 November 2007

Bisnis Jamur, Bikin Tergiur


Jangankan mengabulkan permintaan ekspor, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja, para petani belum mampu.
Bingung agribisnis mana yang akan dipilih? Tak ada salahnya bila Anda mencoba usaha tani jamur konsumsi. Menurut H.M Kudrat Slamet, Ketua Umum Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia (MAJI), jenis jamur yang diminati konsumen yaitu jamur merang (Volvariella volvaceae), jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), jamur kuping (Auricularia polytricha), champignon (Agaricus bisporus), dan shiitake (Lentinus edodes).
Dari kelima jenis jamur tersebut, jamur meranglah yang banyak diusahakan petani. Sebab, dibanding jenis jamur lainnya, jamur merang lebih mudah dibudidayakan, dan siklus hidupnya pendek hanya satu bulan. “Jamur merang mendominasi 55%—60% dari total produksi jamur nasional,” ungkap Kudrat.
Berikutnya adalah jamur tiram putih. Produksi jamur yang pengembangannya mulai dirintis sejak 1997-an itu, sekitar 30% dari total produksi jamur Indonesia. Jamur kayu yang banyak dibudidayakan di daerah berketinggian 800—1.300 m di atas permukaan laut ini mempunyai siklus hidup 5 bulan, dengan masa panen 4 bulan.

Tinggal Pilih
Petani jamur merang banyak dijumpai di dearah dataran rendah, seperti di Pantura (Pantai Utara Jawa). Khususnya di Jabar, sentra produksi jamur merang dapat ditemui di Bekasi, Karawang, Subang, dan Cirebon.
Sementara sentra jamur tiram putih berada di Kabupaten Bandung (Cisarua, Lembang, Ciwidey, Pangalengan), Bogor, Sukabumi, Garut, dan Tasikmalaya. Di luar Jabar terdapat di Sleman, Yogyakarta, dan Solo. Untuk jamur kuping, bisa dijumpai di Jateng (Ambarawa dan Yogyakarta), serta di Ciwidey.
Walupun belum banyak, pelaku usaha jamur champignon, alias jamur kancing, dapat dijumpai di Bumiayu (Jateng) dan Randutatah, Malang (Jatim). Pun untuk jamur shiitake, contoh pelaku usahanya berada di Cibodas Lembang dan Malang.
Champignon dan shiitake lebih banyak dihasilkan oleh perusahaan besar, lantaran diproduksi untuk olahan (kalengan). Sementara jamur merang, jamur tiram putih, dan jamur kuping, lebih merakyat, sehingga banyak dipilih untuk diusahakan.

Bernilai Plus
Menurut MAJI, dalam tiga tahun terakhir, minat masyarakat untuk mengonsumsi jamur terus meningkat. Salah satunya dapat dilihat dari kreatifitas para pedagang, yang sebelumnya hanya menjajakan jamur segar, sekarang sudah merambah ke olahan, seperti memproduksi keripik jamur.
Kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi jamur berpengaruh positif terhadap permintaan pasokan. “Permintaan jamur terus meningkat, berapapun yang diproduksi oleh petani habis terserap. Kenaikannya sekitar 20%—25%/tahun,” papar Ir N.S Adiyuwono, pemilik perusahaan Jamur Sinapeul di Ciwidey, yang mengusahakan jamur tiram dan jamur kuping.
Konsumen, lanjut Adi, menyadari bahwa jamur bukan sekadar makanan, tapi juga mengandung khasiat obat. “Dulu, banyak orang kalau ditawari jamur, takut keracunan. Sekarang ada perubahan paradigma, ketika disodori jamur akan bertanya tentang khasiatnya,” imbuhnya.
Selain lezat, dewasa ini orang makan jamur lantaran pertimbangan kesehatan. Jamur mudah dicerna dan dilaporkan berguna bagi para penderita penyakit tertentu. Jamur merang misalnya, berguna bagi penderita diabetes dan penyakit kekurangan darah. Memang, setiap jenis jamur mengandung khasiat obat tertentu (baca: Kahasiat Jamur).
Jamur mempunyai nilai gizi tinggi, terutama kandungan proteinnya sekitar 15%—20% (bobot kering). Daya cernanya pun tinggi, 34%—89%.
Kelengkapan asam amino yang dimiliki jamur lebih menentukan mutu gizinya. Kandungan lemak cukup rendah, antara 1,1%—9,4% (bobot kering), berupa asam lemak bebas mono ditriglieserida, sterol, dan fosfolipida.
Jamur juga merupakan sumber vitamin antara lain thiamin, niacin, biotin, dan asam askorbat. Umumnya, jamur kaya akan mineral terutama fosfor, kalsium, dan zat besi.

Belum Terpenuhi
Sampai saat ini jamur lebih banyak diproduksi di Jawa. Berdasar data MAJI, setiap hari Jabar memproduksi 15—20 ton jamur merang dan 10 ton jamur tiram.
Sementara jamur kuping, dengan sentra utama Jateng, setiap hari memproduksi 1 ton. Disusul jamur shiitake dengan produksi 500 kg/hari.
Sebagian besar produksi jamur dipasarkan dalam bentuk segar. Kota-kota besar menjadi tujuan pasar utama jamur selama ini. Pasar Jakarta misalnya, dipasok dari Karawang, Bandung, Bogor, dan Sukabumi. Dari Cisarua Bandung saja, setiap hari, tidak kurang dari 3 ton jamur tiram masuk Jakarta. Misa memprediksi, kebutuhan pasar Jakarta terhadap jamur merang sekitar 15 ton/hari. Sementara Karawang baru mampu memasok 3 ton.
Untuk jamur kuping terutama diserap pasar Jateng, lantaran banyak dibutuhkan industri jamu. Walau demikian, jamur kuping dari Jateng pun masuk Bandung, sehari tidak kurang dari 200 kg.
Selain dijual segar, sebagian pelaku usaha melakukan diversifikasi produk dengan memproduksi keripik dan tepung. Rina di Bandung misalnya, setiap hari memproduksi 50—100 kg keripik jamur tiram. Sampai saat ini dia mengaku belum mampu memenuhi permintaan yang mencapai 500 kg—2 ton. Sementara tepung banyak dibutuhkan industri untuk memenuhi kebutuhan kelompok vegetarian.
Walau banyak dibutuhkan, “Seluruh produksi jamur baru memenuhi 50% dari permintaan pasar,” ucap Kudrat. Belum lagi ditambah permintaan pasar luar negeri, seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa (Tabel 1). “Sampai saat ini permintaan itu belum bisa dipenuhi,” imbuh Basuki Rachmat, Sekjen MAJI. Ir Misa MSc., petani jamur merang di Karawang, yang juga Kepala Pusdiklat Budidaya Jamur Merang Indonesia, pun membenarkan permintaan pasar ekspor belum sanggup terpenuhi. “Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri saja masih kurang,” imbuh lulusan Teknik Kimia ITB ini yang sudah bertani jamur sejak 1990 lalu.

Harga Stabil

Dibanding komoditas lain, harga jamur terbilang stabil. Mungkin lantaran jamur bukan komoditas pokok seperti beras, cabai, maupun bawang merah.
Dalam dua minggu pertama September, harga jamur merang di tingkat petani Rp9.000—Rp10.000/kg (BEP Rp6.000/kg). Selisih harga di tingkat pengumpul lebih tinggi Rp3.000—Rp4.000/kg. Di pasar, harganya menjadi Rp15.000—Rp20.000/kg. “Karena rantai tataniaganya cukup panjang, selama ini keuntungan dari bisnis jamur merang lebih banyak dinikmati para pengumpul,” tandas Kudrat.
Kalau jamur tiram, keuntungannya lebih banyak dinikmati oleh petani. Pengumpul paling memperoleh keuntungan Rp1.000—Rp2.000/kg. Harga jamur tiram di tingkat petani pada kurun waktu yang sama rata-rata Rp5.300/kg (BEP Rp4.000/kg). Di pasar induk Rp6.000/kg (subuh) dan di pasar kecil Rp10.000/kg.
Harga jamur kuping basah di tingkat petani rata-rata Rp6.000/kg. Di pasar Rp8.000/kg. Sedangkan jamur kuping kering berkisar Rp35.000—Rp50.000/kg. Menurut Adi, untuk menghasilkan sekilo jamur kuping kering diperlukan 6 kg yang basah.
Kendati harganya cukup menggiurkan, ada saat dimana jamur segar kurang laku, yaitu 1—2 minggu setelah Lebaran. Setelah itu harganya normal kembali. Oleh sebab itu, diversifikasi produk menjadi sangat penting.

Stagnan

Dalam 2 tahun terakhir, produksi jamur stagnan, bahkan cenderung menurun. Padahal petani pembudidaya sudah cukup banyak. Petani inti jamur merang sekitar 5.000 orang, jamur tiram 600 petani, jamur kuping 200 petani, dan pengusaha shiitake sekitar 10 pelaku.
Menurut Kudrat, yang mempengaruhi stagnasi produksi lantaran ada sekitar 30% petani jamur merang maupun tiram yangg kolaps, karena mereka tidak mampu lagi untuk berproduksi. Ini lebih banyak diakibatkan oleh kesulitan memperoleh bahan bakar minyak tanah, lantaran harganya naik. Padahal, “BBM merupakann 20% dari ongkos produksi,” tandas Adi.
Memang, minyak tanah bisa dikonversi dengan batubara atau kayu bakar. Namun bukan hal mudah. “Dulu, saya pernah menggunakan batubara, tapi ternyata panasnya tidak stabil, dan asapnya mempengaruhi kualitas media tanam,” aku Misa. Ditambah lagi, bila menggunakan batubara, selain susah didapat juga menghasilkan limbah debu. Sementara budidaya jamur harus benar-benar bersih.
Selain itu, para petani juga dihadapkan kepada persoalan akumulasi hama penyakit. Di Kabupaten Bandung misalnya, petani dipusingkan oleh serangan cendawan Aspergillus sp. Cendawan ini sangat mengganggu media tanam (baglog) sehingga pertumbuhan jamur tiram terhambat, bahkan mati. Hal ini terjadi saat kemarau panjang atau hujan berkepanjangan. Di lain pihak, “Sekitar 50% biaya produksi terdiri dari media tumbuh,” ucap Kudrat.
Pun di Yogyakarta, para petani jamur kuping kelimpungan oleh serangan hama krepes (tungau). Pengendalian dengan racun akarisia bukan solusi, lantaran jamur merupakan produk organik.

Usaha Sarana
Selain mengandalkan penjualan jamur segar, beberapa petani jamur memilih menjual bibit botolan dan baglog. Kudrat, yang juga pemilik perusahaan jamur CV. Citi Mandiri di Ciasura Bandung, selain memproduksi jamur tiram, juga menjual bibit dan baglog. Dari 15 kumbung yang diusahakan, setiap hari ia memproduksi 10.000 baglog dan bibit botolan.
Demikian pula Adiyuwono yang mulai merintis usaha sejak 2003. Setiap bulan ia memproduksi 100 ribu baglog, 10—40% diantaranya untuk jamur kuping. Sementara produksi bibitnya sebanyak 30.000 botol/bulan.
Bibit ia jual Rp4.000—Rp5.000/botol. Sedangkan baglog jamur tiram dijual Rp1.600 dan Rp1.400 untuk baglog jamur kuping. Selain diserap petani di Jawa, bibit itu dilempar sampai ke Sumatera dan Kalimanatan.
Hal serupa dilakukan juga Jemy Susanto, pemilik perusahaan Jamur Agro Lestari di Solo. Setiap bulan ia memproduksi bibit F2 1.000 botol dan 20.000 baglog. Bibit dan baglog ini ia pasarkan hingga ke luar Jawa. Jemy mematok harga bibit Rp59.000 untuk Jawa dan Rp69.000 luar Jawa.
Berdasar data MAJI, omzet perdagangan media tanam mencapai Rp 4,4 miliar/tahun. Sedangkan omzet perdagangan bibit mencapai Rp 750 juta setahun. Adapun omzet perdagangan jamur segar mencapai Rp 17,3 miliar/tahun.(dwi)

KHASIAT JAMUR
1. Jamur Merang
Mengandung antibiotik yang berguna untuk pencegahan penyakit anemia, menurunkan darah tinggi, dan pencegahan penyakit kanker. Eritadenin dalam jamur merang dikenal sebagai penawar racun.
2. Jamur Tiram
Sumber protein nabati yang tidak mengandung kolesterol dan mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung, mengurangi berat badan, dan diabetes. Kandungan Vit. B-komplek tinggi, dapat menyembuhkan anemia, anti tumor, dan mencegah kekurangan zat besi.
3. Jamur Kuping
Lendirnya berkhasiat menetralkan racun yang terdapat dalam bahan makanan, sirkulasi darah lebih bebas bergerak dalam pembuluh jantung.
4. Jamur Champignon
Sumber protein nabati, mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah koroner pada penderita penyakit hipertensi dan jantung akibat kolesterol. Dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik dan formula obat penghalus kulit.
5. Jamur Shiitake
Meredakan efek serangan influenza, menghambat pertumbuhan sel kanker, leukemia, dan rheumatik. Enzim-enzim yang terkandung di dalam shiitake dapat memproduksi asam amino tertentu yang mampu mengurangi kadar kolesterol dan menurunkan tekanan darah. Jamur ini pun dipercaya sebagai aprodisiak.

RAHASIA BUKA USAHA
Jangan hanya menghitung keuntungan, tapi Anda mesti memahami segala risiko usaha. Berikut rahasia usaha tani jamur hasil penelusuran dari para pelaku yang sudah eksis 5—15 tahun.
 Efisiensi biaya produksi. Bila ada pesaing atau kegagalan di atas standar, dengan efisiensi, asset bisa diamankan.
 Safetis. Agar untungnya tinggi, upayakan agar kontaminasi tidak lebih dari 10%. Kontaminasi 60% berarti kolaps. Bila perawatan setengah-setengah, bisnis paling bertahan 3 tahun. Sebaliknya, dengan perawatan semestisnya, satu siklus usaha bisa bertahan 5—6 tahun.
 Higienis. Hati-hati menggunakan bahan untuk media tumbuh karena bisa mengundang hama penyakit. Hindari penggunaan pestisida. Untuk pengadaan bahan cari 3 M: murah, mudah, dan hasilnya maksimal. Manfaatkan sumber bahan yang ada di wilayah masing-masing (jerami, tongkol jagung, limbah sawit, eceng gondok, serbuk gergaji, polard).
 Dinamis, inovatif, dan kreatif. Gali dan perdalam ilmu sesuai pengalaman yang terjadi di wilayah masing-masing. Tiap daerah potensial mengembangkan cara-cara budidaya yang kondisional. Sebab dengan cara yang khas akan memperoleh biaya produksi lebih murah.
 Perhatikan standar-standar keberhasilan. Bisnis jamur mempunyai tahapan budidaya: membuat serbuk, mengukus, memasukan bibit (inokulasi), inkubasi, penumbuhan, panen, pascapanen. Kelalaian di setiap tahapan mesti segera diperbaiki. Semua kegiatan mesti tercatat.
 Diversifikasi. Untuk mempercepat putaran uang, di luar budidaya, lakukan juga bisnis bibit dan baglog. Cash flow bibit hanya dua minggu. Sedangkan baglog 1 bulan.

26 komentar:

nanacicio1028 mengatakan...

perkenalkan saya Nana,saya membutuhkan seorang narasumber atau petani jamur sukses yang bisa memberi training untuk petani jamur.
terimakasih

Kajian Mahasiswa mengatakan...

GIMANA YAH,,,SUPAYA BLOG KITA JADI NO 1 DI SEARCH ENGINE ? KASIH TAU DONG DI asep_suandy@hotmail.com

Kajian Mahasiswa mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Antown mengatakan...

makasih infonya...

heri mengatakan...

Ass
Perkenalkan saya Heri Mulyono tinggal dikarawang.Untuk saat ini saya butuh suplier jamur tiram.Klo ada info tentang petani / penjual jamur tiram didaerah karawang tolong kasih tau yah!
kirim mail aja ke heri_asra@yahoo.com.
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan trima kasih
Wass

PIAW - JAMUR TIRAM mengatakan...

saya tertarik dengan budidaya jamur kancing dan shitake. dimana saya dapat memperoleh bibit kedua jamur tersebut?.. dan juga cara budidayanya. tolong kirim inform ke locomen_xxx@yahoo.com atau ErwinGunawanWibigsana@gmail.com
trim's

Mr. Anto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Mr. Anto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Mr. Anto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Mr. Anto mengatakan...

Perkenalkan saya Anto dari Bandung. Saya sangat tertarik dengan bisnis ini tapi bingung bagaimana cara memulai usaha ini..kalau tidak keberatan saya mau minta tolong untuk diberi petunjuk dan saran2 yang bermanfaat untuk memulai usaha ini.

Ditunggu yah petunjuk dan sarannya secepatnya di efraim_anto@yahoo.com

Thx =)

Jeffrey mengatakan...

Saya tertarik dengan budidaya jamur ini. Sepertinya pengeluaran terbesar pada saat mulai adalah pembelian bibit. Dari pertama beli, berapa lama bibit ini dapat terus menghasilkan? Mohon info dapat di email ke jffxbv@yahoo.com. Terima kasih.

Rama mengatakan...

nama saya rangga,saya tertarik untuk mempelajari usaha jamur ini. Bisa saya minta tolong petunjuk atau referensi2 yang bisa digunakan untuk memulai usaha ini?mulai dari memilih dan membeli bibit,membudidayakan,sampai bagaimana menjual atau memasarkannya
mohon petunjuk dan infonya.
bisa dikirim ke prnwa@hotmail.com

Hendy mengatakan...

saya tertarik untuk mempelajari usaha jamur ini,terutama jamur tiram. Bisa saya minta tolong petunjuk atau referensinya yang bisa digunakan untuk memulai usaha ini?mulai dari memilih dan membeli bibit,membudidayakan,sampai bagaimana menjual atau memasarkannya
mohon petunjuk dan infonya.
plz kirim ke
hendy_rezky@yahoo.com
ditunggu secepatnya ya.. makasih ^^

Hendy mengatakan...

saya tertarik untuk mempelajari usaha jamur ini,terutama jamur tiram. Bisa saya minta tolong petunjuk atau referensinya yang bisa digunakan untuk memulai usaha ini?mulai dari memilih dan membeli bibit,membudidayakan,sampai bagaimana menjual atau memasarkannya
mohon petunjuk dan infonya.
plz kirim ke
hendy_rezky@yahoo.com
ditunggu secepatnya ya.. makasih ^^

alixs mengatakan...

saya menjual macam-macam jamur Rp.10.000/kg bagi yang berminat kirim email ke saya mari_yuanna@yahoo.com

Pondra mengatakan...

saya tertarik berbudidaya jamur merang dimana jual bibitnya disekitar solo

ARY mengatakan...

nama saya tolib saat ini saya membudidayakan jamur merang siapa yang minat jamer tersebut boleh hubungi saya no telp.081359605305

ARY mengatakan...

saya tolib siapa yg berminat jamur merang hubungi saya no telp.081359605305

DENI mengatakan...

Apabila anda membutuhkan :
1.jamur tiram segar
2.jamur merang segar
3.jamur kuping
4.jamur champignon
5.bibit jamur / Bag log jamur tiram,kuping, champignon,merang.

kami siap melayani dan membantu anda dalam jumlah besar. dan kami juga menjual produk olahan jamur ( kripik jamur, chrispy jamur, jamur ktiuk ), silahkan hubungi saya.

contac person :
Yuri Prasetyo :08122712518

kuwkuw mengatakan...

saya Caroline tertarik untuk membudidayakan berbagai jamur. bisa tolong diinfo kan langkah-langkahnya agar dapat tercapai dengan baik. thx.

kalau anda mau menginformasikan bisa dikirimkan ke email saya oline_3@yahoo.com

GBU.

nurdin mengatakan...

saya nurdin, saya tinggal di lampung, mohon informasi para petani jamur ini di daerah saya, mau tanya-tanya info yang lebih detail lagi, trim
Nwh_hasyim@yahoo.co.id

Jonet mengatakan...

Siapa saja yang mau jual jamur merang hubungi saya , saya perlu pasokan jumlah banyak pembayaran cash ,hubungi saya :08122739007

harry mengatakan...

nama saya harry ..
saya tinggal di bandung
saya punya lahan yang cukup luas untuk memulai usaha ini tetapi saya masih bingung untuk memulainya.bila ada yang mau bekerjasama dan membantu saya dalam usaha ini silahkan hubungi saya lewat email
ini email saya
harihadiyatullah@ymail.com
di tunggu iia

Jamur Tiram mengatakan...

Ass..bagi yg mau belajar bikin bibit jamur tiram, datang aja ke Lido Bogor
dijamin bisa dari biakan murni sampai media tanam. Kami juga menjual F0,F1, F2 botol maupun dikemas F2 dikemas plastik kaya tempe, Media Tanam. Elan/Elis :08889091070, 085959923736, 081289293870. elanajaelani@gmail.com, elisyulian_lan@yahoo.co.id.
http://biotechmushroom.blogspot.comJzllh

Agung Sudomo mengatakan...

saya tinggal di daerah bogor (darmaga) kira-kira diamana saya bisa mendapatkan bibit jamur
terima kasih

Unknown mengatakan...

agen judi bola online
berita bola terlengkap dan terupdate
yang juga menyediakan pembuatan account sbobet
agen judi bola

berita terlengkap seputar piala dunia 2012
yang juga menyediakan pembuatan account sbobet
judi bola sbobet
situs bola online
taruhan bola